Digital Marketing

10 Peningkatan Influencer Marketing di 2019

Berikut ini adalah 10 Peningkatan Influencer Marketing di 2019 yang perlu diperhatikan oleh pemilik brand agar dapat memberikan hasil pemasaran maksimal.

Marketing influencer sudah mulai populer sejak tahun 2016. Dengan sistem pay to play dan kampanye jangka pendek menyebabkan terjadinya kesalahpahaman. Sampai saat ini marketing influencer masih menjadi pilihan bagi para pemilik brand untuk membantu meningkatkan penjualan produk mereka.

Manfaat  Menggunakan Influencer Marketing

Memasarkan sesuatu melalui influencer saat ini sudah menjadi hal yang umum dan bahkan semakin marak. Hal ini karena influencer memang memberikan banyak manfaat bagi brand yang bekerjasama dengan influencer tersebut. Berikut ini adalah adalah beberapa keuntungan menggunakan influencer marketing

  • Konten Segar

Setiap influencer selalu menghasilkan konten – konten yang segar. Pasalnya influencer punya cara masing –masing untuk membuat konten yang unik dan khas. Brand dapat mengeksplorasi konten ketika menjadikan influencer sebagai media yang berkepribadian dan memiliki kedekatan dengan target pasar yaitu followers dari influencer

  • Traffic Tinggi

Keunggulan selanjutnya dari influencer marketing adalah mendapatkan traffic dengan angka yang besar dari konten yang dibuat. Bagi para pemilik brand yang sedang merintis bisnis, influencer marketing dapat menjadi jawaban untuk melakukan brand awareness

  • Membangun Kepercayaan

Biasanya influencer sudah membangun kepercayaan dan kredibilitas dengan para followers. Followers pun selalu tertarik dan peduli terhadap konten yang diunggah oleh influencer. Dengan demikian, brand yang ditawarkan akan mendapat perhatian dan secara tidak langsung influencer tersebut dapat membagikan pesan dari brand kepada khalayak

  • Meningkatkan Brand Awareness

Influencer dapat memperluas jangkauan dan juga posisi brand di dunia online. Para pengguna sosial media akan mengetahui lebih banyak mengenai brand yang ditawarkan. Apalagi ketika didukung dengan kemampuan influencer membuat konten yang berkualitas, hal ini akan meningkatkan perhatian konsumen terhadap brand tersebut

  • Mencapai Target Market Secara Efektif

Dengan influencer yang sesuai dengan brand, followers secara otomatis akan tertarik dengan konten tersebut. Keuntungannya, pemilik brand tidak perlu menghabiskan banyak biaya untuk mencari audience karena influencer sudah memiliki database followers

  • Membangun Jaringan

Membangun koneksi bersama influencer merupakan hal yang bagus. Ketika hubungan pemasar dengan influencer terjalin dengan baik, influencer pasti rela memprioritaskan brand dan bersedia datang ke event yang diselenggarakan oleh brand tersebut

Namun untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemilik brand ketika bekerjasama dengan influencer. Berikut ini adalah 10 Peningkatan Influencer Marketing di 2019 yang perlu diperhatikan oleh para pemilik brand agar dapat memberikan hasil pemasaran sesuai dengan yang diharapkan

1.  Menyeimbangkan Pencapaian Influencer Dengan Kualitas Konten

Influencer saat ini sering dikelompokkan menjadi beberapa jenis mulai dari influencer artis, influencer mikro, makro, dan bahkan ada nano influencer. Pengelompokkan jenis influencer tersebut sepertinya hanya didasarkan pada jumlah follower yang dimiliki oleh influencer tersebut.

Faktanya, aksi atau tindakan yang dilakukan oleh influencer untuk memikat follower melalui konten yang mereka buat jauh lebih penting dibandingkan popularitas influencer tersebut. Memang, konten yang berkualitas tidak akan berarti jika tidak ada orang yang melihatnya. Biasanya influencer dengan follower antara 20 ribu sampai 500 ribu memiliki keseimbangan yang baik antara biaya, popularitas, dan kualitas

Saat ini, micro influencer sudah mulai banyak dilirik oleh para pemasar. Banyak brand yang memilih kelompok influencer kecil dan bekerjasama untuk menarget pasar tertentu dengan melihat basis pengikut influencer sehingga dapat mendorong adanya engagement yang kuat. Berdasarkan hasil yang dicapai, micro influencer dapat meningkatkan engagement hingga 2 kali lipat dibandingkan promosi yang dilakukan oleh influencer berskala besar. Oleh sebab itu, micro influencer saat ini memiliki peluang yang sama besar dengan influencer yang sudah lebih dulu populer atau memiliki jumlah follower lebih banyak.

2. Memilih Influencer Sesuai Dengan Target Pasar

Biasanya sejumlah brand memilih influencer hanya berdasarkan popularitasnya. Memang hal ini tidak salah. Namun pemilihan influencer yang tepat sebenarnya adalah memilih influencer yang memiliki audience atau follower yang potensial untuk menggunakan produk tersebut. Jika influencer yang dipilih memiliki popularitas tinggi tetapi produk yang ia pasarkan tidak sesuai dengan kebutuhan audience, maka pemasaran menjadi kurang optimal

Para pemilik brand fashion sepertinya jangan hanya fokus dan membatasi diri pada kegiatan merancang busana. Pemilik brand bisa saja memilih influencer yang fokus pada brand. Tetapi lebih baik jika memilih influencer yang benar-benar sesuai dan dari sisi strategi dapat menemukan cara lain untuk menjangkau konsumen lebih banyak lagi di luar kategori inti.

Free People merupakan contoh brand fashion yang tidak sekedar memanfaatkan influencer untuk produk fashion mereka namun juga memanfaatkan kategori lain untuk menjangkau peminat yang lebih luas karena trafik makanan jauh lebih besar. Mereka juga mampu memanfaatkan strategi SEO dengan baik untuk mendapatkan trafik yang tinggi.

3. Menentukan Tarif yang Masuk Akal

Berbicara mengenai tarif yang diberikan untuk influencer adalah hal yang rumit. Beberapa merek rela membayar 4 kali lebih tinggi dibandingkan tarif normal karena kurangnya pengalaman dalam memilih influencer atau sama sekali belum pernah menggunakan influencer.  Sementara itu,sebagian influencer memiliki manager yang meningkatkan tarif hingga 5 kali lipat sehingga tarifnya di luar standar atau bahkan tidak masuk akal.

Memang, ketentuan pembayaran kadang bersifat emosional. Untuk itu, bagi para pemilik brand sebaiknya lebih fokus pada nilai dan membidik influencer lebih pada kualitasnya dan keberlangsungannya untuk jangka panjang.

4. Analisis Konten

Bagi para pemilik brand yang telah melakukan pemasaran melalui influencer, memperkirakan konten yang paling efektif sepertinya masih menjadi hal yang sulit. Sebenarnya pemilik brand dapat meminta influencer untuk menganalisis setiap konten yang mereka buat untuk melihat performa dan kualitasnya.Cara ini akan sangat membantu untuk menemukan konten yang paling efektif

5. Optimasi Influencer

Ketika influencer telah mengevaluasi setiap konten, pengukuran performa level influencer akan jauh lebih mudah. Hal ini akan memudahkan Anda untuk menentukan influencer mana yang cocok untuk kerjasama jangka panjang. Saat ini mayoritas perempuan mengikuti influencer mereka lebih dari satu kanal.

Influencer dapat diminta untuk merancang konten untuk beberapa platform sekaligus agar dapat menarik perhatian khalayak lebih baik. Pemilik brand atau pemasar dapat memanfaatkan kemampuan influencer untuk menyesuaikan konten yang dibuat dengan kanal sosial untuk melibatkan target secara maksimal dan berusaha mencari hal-hal yang disukai oleh para pelanggan untuk menghindari kebosanan.

Saat ini sudah banyak brand mulai beralih dari yang awalnya hanya fokus di satu kanal sudah mulai bekerjasama dengan influencer yang dapat mempromosikan kampanye  pada platform yang sebanyak-banyaknya dengan konten yang telah ditentukan. Bahkan promosi layanan ini sudah mulai masuk ke dunia professional seperti Linkedin. Hal ini tidak menutup kemungkinan adanya kanal baru yang lebih sesuai di masa mendatang

6. Komitmen Jangka Panjang

Program kerjasama selama 30 hari mungkin menjadi pilihan yang banyak digunakan oleh para pemilik brand. Tetapi hal ini sekarang sudah mulai ditinggalkan karena brand lebih memilih untuk kerjasama jangka panjang mulai dari 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan untuk beberapa influencer.  Untuk itu salah satu dari 10 Peningkatan Influencer Marketing di 2019 adalah membangun komitmen jangka panjang.

Untuk influencer yang telah memiliki pendekatan  terhadap produk, tingkat keterlibatan mereka mengalami peningkatan secara signifikan. Hal ini karena influencer sudah lebih familiar dengan produk yang ditawarkan. Selain itu para follower juga lebih terbiasa ketika influencer yang diikuti membicara mengenai produk tersebut. Hasilnya, pemasaran pun akan meningkat secara signifikan.

Pemasar yang cerdas harus mampu mendorong influencer sampai batas tertinggi. Pemasar dapat menemukan nilai lebih ketika membangun hubungan jangka panjang. Dari segi autentisitas konten, hal ini akan mendukung cara penyampaian pesan brand lewat influencer agar terus ditingkatkandan diimprovisasi dari waktu ke waktu. Hasilnya, akan terjadi ikatan yang semakin kuat antara konsumen dengan brand yang ditawarkan.

Bagi para influencer, menjalin kerjasama jangka panjang dengan suatu brand memungkinkan mereka untuk menjangkau audience yang lebih banyak. Ketika mereka mampu menjalin hubungan yang baik, nantinya mereka tidak akan mudah tertarik ketika ada penawaran – penawaran lain dan merasa semakin termotivasi untuk memberikan nilai lebih kepada brand yang sudah memberi mereka kesempatan

7. Rencana Pembuatan Konten Dari Influencer

Ketika influencer mulai menganalisiis konten yang ia buat, pemilik brand dapat mengoptimalkan performa konten untuk mencapai target yang diharapkan. Untuk sukses, strategi ini harus dimulai sejak program dimulai. Influencer yang cerdas sangat memahami bagaimana caranya untuk melibatkan para audience mereka.

Untuk itu, pemilik brand sebaiknya memberikan akses lebih bagi pemasar agar dapat lebih mudah menciptakan konten yang aktif dan mampu mendorong adanya engagement. Brand juga perlu memberikan tingkat kontrol kreatif bagi influencer yang akan membuat konten untuk menghasilkan engagement ini.

8. Rencana Konten Brand

Selain dari segi influencer, dari pihak pemilik brand juga harus memiliki rencana untuk menggunakan konten terbaik tidak hanya pada jaringan sosial saja tetapi juga pemasaran. Beberapa brand bahkan menggunakan konten dari influencer untuk memasarkan produknya. Konten tersebut dapat segera sangat bernilai dan berkelanjutan, sesuai dengan kampanye yang dilakukan. Untuk strategi ini, Anda harus menyeleksi konten mana yang memberikan kinerja baik.

9. Tidak Menargetkan Potensi Impresi Maksimal

Banyak program influencer sengaja dibuat – buat untuk mendapatkan impresi maksimal. Dengan model ini, biasanya pihak agensi menggandakan jumlah follower Influencer dengan jumlah share untuk memperkirakan impresi. Contohnya 1000 followers di Twitter dikalikan dengan 3 cuitan. Berarti potensi maksimal impresi adalah 3000. Tetapi kenyataannya adalah tiga cuitan tersebut mungkin hanya menerima sekitar 105 impresi. Jadi sebaiknya keputusan strategi influencer ini tidak didasarkan lagi pada potensi maksimal impresi

10. Mengukur Hubungan Antara Influencer Dengan Produk

Biaya yang dikeluarkan oleh para pemilik brand untuk influencer saat ini telah mengalami peningkatan. Hal ini juga diiringi dengan harapan bahwa pemasaran melalui influencer dapat memberikan hasil yang lebih baik. Program influencer yang baik harus mampu memberikan beberapa tingkatan hubungan antara iklan dengan obyektivitas bisnis mengenai produk yang ditawarkan.

Demikian 10 Peningkatan Influencer Marketing di 2019 yang perlu dilakukan oleh para pemilik brand dan influencer agar penawaran – penawaran yang diberikan kepada audience dapat memberikan hasil optimal. Mengoptimalkan influencer marketing merupakan salah satu kunci sukses dalam menjalankan bisnis di era modern seperti sekarang ini

0 Comments 0 Comments
0 Comments 0 Comments